Sejarah Masuknya Hewan Kambing di Kepulauan Biak Numfor
![]() |
Photo by Nandhu Kumar on Unsplash |
Nama Kambing dalam Bahasa Biak
Suku Biak menyebut hewan Kambing (Capra aegagrus hircus) dalam bahasa Biak, "Nek" atau "Neknek". Anak kambing disebut "Nek Mgun". Kambing bukanlah hewan endemik Papua, tapi hewan yang dibawa masuk dari wilayah lain ke tanah Papua.
Kemungkinan orang Biak telah mengenal hewan ini dari Maluku (Ternate-Tidore) ketika melakukan kontak yang intensif di sana. Catatan tertulis mengenai kambing terdapat pada Kamus Hollandsch-Noefoorsch en Noefoorsch-Hollandsch Woorden Boek, karya J. L. Van Hasselt, tahun 1876 dan 1893. Dalam kamus tersebut termuat kata "Nek, Neknek" dalam bahasa Biak yang berarti kambing dalam bahasa Melayu. Rujukan pada catatan Van Hasselt ini menunjukan bahwa orang Biak di pulau Biak, Doreri, Manokwari, Raja Ampat, dan tempat persebaran suku Biak lainnya sudah lama mengenal hewan kambing sehingga mereka memberi nama kepada hewan tersebut.
Ada kisah mengenai seorang Manbri bernama Wosraki dari Biak pada abad ke-20. Wosraki bersama dengan krunya berlayar dari Biak hingga tiba di Ternate dan kembali dengan membawa pulang ”Souvenir de Ternate”. Apa yang dibawa pulang? Alb. J. de Neef menulis, ”Orang-orang Biak itu, menyeberangi lautan dan mendayung dari Ternate dengan dua ekor kambing di laut dan hewan-hewan itu sudah berbulan-bulan hidup di laut”.
![]() |
Photo by Alexas_Fotos on Unsplash |
Kita bisa membayangkan bagaimana kedua kambing muda itu di terpa angin laut, mungkin dengan sedikit teriakan, kedinginan di atas perahu Wairon? atau mungkin Mansusu? hewan-hewan itu bersama para pendayung yang gagah berani mendayung melintasi lautan samudera. Pada waktu tuan de Neef berada di Korido sekitar tahun 1930-an, dia melihat banyak kawanan kambing disana yang dimiliki oleh lima Kepala kampung. Seorang dari antara Kepala Kampung tersebut mengisahkan tentang manbri Wosraki yang membawa induk dari kawanan kambing tersebut.
Pada abad ke-21 ini, budidaya ternak kambing masih dapat dijumpai di Biak dan pulau Numfor. Misalnya, di wilayah Utara pulau Biak masih dapat dijumpai banyak kambing disana. Prof. Dr. Herdis, Pakar Peternakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan, "Biak Numfor merupakan daerah potensial memproduksi pakan ternak kambing berbahan baku lokal alam setempat", sehingga cocok untuk peternakan kambing. (Antara Papua, 03/08/2018)
Potensi untuk beternak kambing di pulau Biak sangat potensial, sebenarnya jika ditinjau dari sejarah masuknya hewan kambing di Papua, boleh dikatakan sudah cukup lama orang Biak mengenal hewan ini, bahkan mereka memberi sebutan nama dalam bahasa Biak kepada hewan tersebut.
Posting Komentar untuk "Sejarah Masuknya Hewan Kambing di Kepulauan Biak Numfor"