Nama Kucing dalam Bahasa Biak
![]() |
Photo by Alexander London on Unsplash |
Di rumah-rumah, dan jalanan sering kita melihat seekor kucing dengan beberapa corak warna seperti putih abu-abu, cokelat, hitam, dan variasi warna lainnya. Masyarakat Biak Numfor tidak sering memelihara kucing di rumah. Kebanyakan binatang atau hewan yang diperlihara adalah Randip, Ben (babi), Mankokor, Mansaken (ayam), Naf, Makei, Rofan (Ajing) dan beberapa jenis burung.
Orang Biak mengenal beberapa penyebutan untuk hewan kucing ini. Dalam bahasa Biak kucing disebut "Bauwknam", "Puss", Nyaw, dan "Parawo (Parau, Parawu)". Tentu dari keempat nama tersebut ada yang tidak berasal dari bahasa Biak namun diadopsi atau digunakan sudah sejak lama dan tidak diketahui kapan nama-nama di atas digunakan.
Bauwknam merupakan nama yang berasal dari bahasa Biak. Nama ini telah lama digunakan oleh leluhur Byak untuk menyebut kucing. Entah, apakah dulu pernah ada kucing endemik di Papua atau tidak.
Pus (Puss) bukan berasal dari bahasa Biak, menurut beberapa sumber bahwa kata pus berasal dari bahasa Mesir dalam bentuk kata "pasht" (Bastet). Ada juga yang mengaitkan kata Pus berasal dari bahasa Inggris "Pussy". Meskipun bukan asli bahasa Biak, nama ini paling banyak di pakai dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berbeda dengan kata "pus" dalam bahasa Biak yang memilki arti empedu. (Van Hasselt, 1947:185)
Nyau (Nyaw) salah satu istilah umum yang digunakan orang Biak untuk menyebut kucing. Kemungkinan nama ini diambil dari suara kucing yang ditirukan seperti bunyi Nyauw (Mau). Dalam kamus Bahasa Numfor tahun 1893 dan 1947 karya J. L. Van Hasselt, terdapat kata "Nau". Orang Windesi juga menyebutnya "Naw".
Parawo merupakan nama yang sering di pakai oleh masyarakat pesisir Biak Timur (masyarakat Oridek) dan Biak Selatan seperti masyarakat Bosnik, Mokmer, dan kampung-kampung pesisir lainnya. Kemungkinan besar nama ini berasal dari Maluku seperti Ternate Tidore. Karena dalam kamus bahasa Melayu Ambon. Terdapat nama tersebut.
Posting Komentar untuk "Nama Kucing dalam Bahasa Biak"